Vipassana Meditation Retreat for 2011
REVISION
11-20 March 2011, Teacher: Gede Prama (DONE)
8-13 April 2011, Teacher: Buddhist Nun: Aya Santini (DONE)
16 June - 2 July 2011, Teacher: Buddhist Monk/Bhikkhu Sayadaw U Nyanaramsi (DONE)
4-11 July, , Teacher: Buddhist Monk/Bhikkhu Sayadaw U Tejaniya (DONE)
3 - 12 October 2011, Teacher: Gede Prama (DONE)
12-20 November 2011, Teacher: Buddhist Nun: Aya Santini - in Bahasa Indonesia only
26 November - 4 December, Teacher Mr. Hudoyo Hupudio (MMD)
12 - 18 December, Vipassana, special for Singaporean Yogi , Teacher: Buddhist Monk/Bhikkhu Raja
19 - 26 December, Abhidhamma Class, Teacher: Buddhist Monk/Bhikkhu Raja
30 December 2011 - 1 January 2012, Special Retreat for Teenager, Teacher: Gede Prama
All retreat are using bi-lingual English and Bahasa Indonesia unless it mention different.
This is a tentative schedule. Free of Charge, donation basis.
If you are interested to join this Vipassana course, please contact:
|
|
|
Sejarah Agama Buddha di Bali |
|
|
|
|
Written by I. B. Rahoela, S.Sos.
|
|
Agama Buddha tidaklah asing bagi masyarakat Bali, karena di pulau ini pernah tercatat berkembangnya Agama Siwa-Buddha. Catatan ini membuktikan Agama Buddha pernah menjadi salah satu agama masyarakat Bali dan membuktikan pula bahwa Agama Buddha memiliki landasan filosofi moral cinta kasih yang universal sehingga mampu hidup berdampingan dan menyatu dengan agama-agama (sekte-sekte) lain secara harmonis.
Catatan sejarah menunjukkan Agama Buddha diperkirakan masuk ke pulau Dewata pada abad ke 7 - 8. Banyak bukti sejarah yang kini menjadi saksi keberadaannya, seperti stupika (stupa), candi, patung-patung Buddha yang ditemukan di wilayah Kabupaten Gianyar, Klungkung, Karangasem dan Buleleng. Terakhir diketemukan stupa-stupa di desa Kalibukbuk (dekat daerah wisata Lovina, ±1 km dari BVA).
|
|
Last Updated on Sunday, 03 October 2010 11:28 |
|
Read more...
|
|
Written by I. B. Rahoela, S.Sos.
|
|
Thursday, 30 April 2009 00:41 |
|
Brahmavihara Arama terdiri dari tiga kata yaitu: Brahma, Vihara dan Arama. Brahma berarti agung, sangat luhur, terpuji, mulia. Vihara berarti cara hidup, dan Arama berarti tempat. Sering pula dijumpai bahwa kata Vihara diberi arti sama dengan Arama yaitu sebagai suatu tempat tinggal. Dari arti kata tersebut, maka makna Brahmavihara Arama adalah suatu tempat untuk melatih diri, menempa perilaku luhur/terpuji yang meliputi Metta, Karuna, Mudita dan Upekkha. Pemberian nama Brahma Vihara oleh Almarhum Bhante Giri selaku Founding Father sangat sejalan dengan tujuan pendiriannya. Perilaku luhur yang meliputi Metta, Karuna, Mudita dan Upekkha. Ini dapat digali, dihayati, disadari dan dipraktekkan melalui jalan meditasi Vipassana Bhavana, karena Brahma Vihara sekaligus dapat dijadikan objek meditasi. Berkenaan dengan itulah Brahmavihara Arama diproklamasikan oleh Bhante Giri sebagai salah satu tempat meditasi. Kita menyadari dan meyakini bahwa manusia itu terdiri dari Rupa dan Nama yaitu tubuh/badan dan bhatin yang juga disebut sebagai Panca khanda. Panca khandha adalah lima kelompok kehidupan yang terdiri dari badan jasmani/tubuh (Rupa), perasaan, pencerapan, pikiran dan kesadaran (Nama) Panca khandha inilah yang disebut hidup dan kehidupan atau lazim disebut manusia. |
|
Read more...
|
|
|
Fungsi Brahmavihara Arama |
|
|
|
|
Written by I. B. Rahoela, S.Sos.
|
|
Sesuai dengan latar belakang dan cita-cita pendirian Brahma Vihara sejak di desa Banjar hingga kini menjadi Brahmavihara Arama, maka fungsinya adalah sebagai berikut:
- Sebagai tempat tinggal para Bhikkhu - Sebagai tempat sembahyang, praktek bakti umat Buddha - Sebagai tempat pembabaran Dharma/dhamma dan meditasi - Sebagai tempat menggali dan mengembangkan spiritualitas - Sebagai sarana sosial kemasyarakatan.Dari fungsi-fungsi tersebut Brahmavihara Arama telah didesign sedemikian rupa sebagai visualisasi, tahapan-tahapan praktek yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan yaitu Nirwana.
Brahmavihara Arama ke Depan...
|
|
Last Updated on Wednesday, 01 September 2010 06:03 |
|
Read more...
|
|
|